Saat ini banyak negara di Afrika yang mengalami inflasi tinggi yang di sebabkan oleh banyak faktor mau itu internal ataupun eksternal. Beberapa faktor penyebabnya seperti kenaikan harga energi dan pangan, ketergantungan pada impor, melemahnya mata uang lokal, dampak konflik dan ketidakstabilan politik juga termasuk faktor pada inflasi ini. Selain itu, fluktuasi mata uang lokal terhadap dolar AS juga memperburuk situasi inflasi di beberapa negara Afrika.
Dari terjadinya inflasi tinggi, Afrika mengalami dampak yang dahsyat di semua aspek kehidupan masyarakat dan ekonominya. Baik dari penurunan daya beli masyarakat, krisis pendidikan & kesehatan, krisis utang, ketidakstabilan sosial dan politik yang dimana pemerintah menghadapi tekanan besar dari rakyat karena menuntut bantuan sosial dan harga yang lebih stabil, peningkatan kemiskinan/pengangguran yang meningkat, dan sebagainya.

Jadi, Bagaimana Pemerintah Afrika untuk Mengatasi Inflasi Tinggi ?
Untuk saat ini, berbagai negara di Afrika telah menerapkan beberapa strategi untuk mengatasi inflasi tinggi. Berikut langkah-langkah yang lakukan :
1 . Intervensi Pasar dan Subsidi
Pemerintah di afrika memberikan subsidi bahan pangan dan energi untuk menstabilkan harga dipasar lokal agar setiap kebutuhan dasar masyarakat tetap bisa dijangkau dengan harga stabil meski harga dunia sedang naik pesat.
2. Diversifikasi Ekonomi
Karena banyaknya warga Afrika yang mengalami ketergantungan pada barang impor, Pemerintah di Afrika bisa mendorong pengembangan di sektor pertanian lokal, industri manufaktur sehingga bisa berkurangannya ketergantungan tsb.
3. Kebijakan Moneter yang Ketat
Bank sentral di Afrika menaikkan suku bunga pada pinjamannya untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar. Karena dengan menaikkan suku bunga yang lebih tinggi, setiap masyarakat cenderung akan mengurangi pinjaman dan pengeluaran sehingga tekanan inflasi bisa mereda.
4. Kerjasama Regional dan Internasional
Saat ini, pemerintah Afrika sedang mengupayakan kerjasama perdagangan antarnegara Afrika seperti AfCFTA ( African Continental Free Trade Area ) agar rantai pasok lebih kuat dan harga menjadi lebih stabil.
5. Pengawasan dan Penegakan Hukum
Pemerintah Afrika bisa melakukan pengawasan di pasar agar tidak terjadi nya penimbunan barang yang bisa mendorong kenaikan harga tidak wajar.
6. Stabilisasi Nilai Tukar Mata Uang
Beberapa negara di Afrika mencoba memperkuat mata uang mereka dengan mengelola cadangan devisa dan menjaga kestabilan pasar valuta asing agar nilai tukar mata uang lokal tidak terlalu melemah.
7. Program Bantuan Sosial Langsung
Pemerintah di Afrika menyalurkan bantuan langsung tunai ( BLT ) atau kupon pangan untuk masyarakat miskin disana. Tujuannya agar dapat menjaga daya beli masyarakat miskin selama inflasi tinggi.
8. Peningkatan Produksi Dalam Negeri
Afrika saat ini mendorong produksi pertanian dan industri lokal agar warga negara di Afrika tidak terlalu bergantung pada impor.
Inflasi tinggi di Afrika saat ini hanya bisa di kendalikan melalui sinergi antara kebijakan makroekonomi yang disiplin, perlindungan sosial, dan inovasi teknologi yang dapat mendukung inklusi keuangan. Bisa juga melalui dukungan dari lembangan internasional seperti IMF dan AfDB, dan partisipasi aktif dari masyarakat dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Meskipun demikian, langkah-langkah ini juga menjadi tantangan karena kondisi ekonomi yang tidak menentu dan keterbatasannya sumber daya di beberapa negara Afrika.
Untuk saat ini ada beberapa negara di Afrika yang berhasil dan kesulitan dalam mengatasi inflasi tinggi ini.
Negara yang berhasil mengatasi inflasi tinggi saat ini adalah Rwanda, Botswana. Dan untuk negara yang mengalami kesulitan dalam mengatasinya yaitu Ghana dan Zimbabwe.

